Mengapa Sembuh dari Trauma Tidak Seperti di Film
Banyak film menggambarkan kesembuhan dari trauma secara instan. Setelah menangis semalaman atau pergi berlibur, sang tokoh utama langsung tersenyum bahagia dan melupakan masa lalunya. Gambaran seperti ini memang menarik untuk ditonton, tetapi sering kali tidak sesuai dengan kenyataan yang dialami oleh banyak penyintas trauma, khususnya penyintas kekerasan seksual.
Dalam kehidupan nyata, pemulihan trauma bukanlah proses yang berlangsung secara cepat dan linear. Trauma dapat mempengaruhi emosi, pikiran, perilaku, bahkan respons fisiologis seseorang terhadap lingkungan di sekitarnya. Akibatnya, proses pemulihan membutuhkan waktu dan berlangsung secara bertahap. Menurut Herman (2022), pemulihan trauma merupakan proses yang melibatkan pembangunan kembali rasa aman, pemrosesan pengalaman traumatis, serta rekoneksi dengan kehidupan sosial dan identitas diri.
Penting untuk dipahami bahwa kesembuhan bukan berarti melupakan apa yang telah terjadi. Sebaliknya, pemulihan adalah proses belajar mengelola dampak trauma, membangun kembali rasa aman, dan memperoleh kendali atas kehidupan sendiri (American Psychological Association, 2023). Oleh karena itu, jangan mengukur keberhasilan pemulihan dari seberapa cepat seseorang dapat move on. Setiap orang memiliki perjalanan yang berbeda. Meskipun terkadang terasa lambat dan penuh pasang surut, setiap langkah kecil yang diambil tetap merupakan bagian dari proses menuju kondisi yang lebih baik.
Referensi
- American Psychological Association. (2023). Clinical practice guideline for the treatment of posttraumatic stress disorder (PTSD) in adults. American Psychological Association.
- Herman, J. L. (2022). Trauma and recovery: The aftermath of violence - from domestic abuse to political terror. Basic Books.